Patsho's Blog

Mengatur uang (1)

Posted on: October 14, 2010

Ada yang bilang bahwa uang bukan segalanya. Namun harus kita akui bahwa tanpa uang, hidup kita tidak dapat berjalan dengan semestinya.

Ada beberapa orang yang memang terlahir dan terdidik dengan kemampuannya mengatur uang. Ada juga yang harus belajar dari pengalaman atau dari orang lain bagaimana cara mengatur uang. Bagi saya mengatur uang, membuat anggaran, menghitung cepat dalam bayangan bukanlah hal yang sulit. Namun ternyata bagi suami saya, itu bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Ada banyak hal yang bagi saya adalah hal hal yang biasa, baginya itu adalah hal yang baru dan luar biasa. Oleh karenanya dia mendorong saya untuk membagikan apa yang saya tahu pada orang lain. Sehingga orang orang lain yang mungkin seperti dia dapat mengerti akan hal hal yang saya anggap biasa itu.

Ada beberapa hal yang harus dilakukan atau diketahui menurut saya untuk dapat membuat neraca keuangan pribadi atau keluarga tetap dalam status balance atau surplus

1.  Membuat anggaran

Bukanlah suatu omong kosong kalau setiap kita harus membuat anggaran. Baik secara tertulis, terinci atau hanya bayangan kasar di pikiran. Saya tidak dapat membuat semua orang begitu menyukai menghitung setiap rupiah yang dibelanjakan dalam sebuah tabel, karena seperti suami saya, ada beberapa orang yang benar benar sulit melakukannya secara teratur dan teliti. Untuk orang orang dengan kepribadian melankolis seperti saya, hal itu adalah hal yang sangat menyenangkan, namun untuk orang sanguin seperti suami saya… Itu adalah hal yang cukup menyiksa dan layak ditempatkan pada prioritas terakhir dalam jadwal aktivitasnya. Namun terlepas dari tipe orang seperti apakah kita, membuat anggaran adalah sesuatu yang tidak dapat kita lewatkan begitu saja. Apalagi jika anda sudah berumah tangga dan pengaturan keuangan ada di tangan anda.

Mengapa?

Pernahkah anda menerima sejumlah uang dalam jumlah yang cukup besar di awal bulan… Misal gaji atau uang saku. Dan setelah menerima uang itu anda merasakan sensasi yang menyenangkan di hati anda. Semacam rasa aman anda meningkat. Kemudian anda pergi ke suatu mall atau tamasya dengan teman. Dan ketika melihat barang yang bagus unik lucu atau apapun istilahnya, anda merasakan keinginan untuk memilikinya. Dan anda merasa begitu ringan membuka dompet, megesek kartu atau mengeluarkan uang tunai dan membelinya… Kemudian di penghujung bulan… Ada yang namanya syndroma akhir bulan.. Yaitu kantong kempes, tagihan belum terbayar… Hal hal lain yang vital belum tercukupi dan akhirnya terdesak, berhutang atau meminta pertolongan dengan kartu kredit. Bertekad melunasinya bulan depan jika gajian namun di penghujung bulan depan kejadian yang sama terulang kembali?? atau mungkin tidak seekstrim itu, anda tidak berhutang, namun juga tidak ada uang tersisa.

Jika anda tidak ingin mengalami yang namanya syndroma akhir bulan dan terjerat hutang menumpuk yang tak terlunasi, atau anda ingin saldo rekening anda tidak selalu mepet pada akhir bulan, buatlah anggaran.

Cobalah membuat anggaran. Saat anda menerima sejumlah uang, anda membaginya untuk pos pos kebutuhan anda kemudian anda akan menemukan bahwa uang yang anda terima ternyata tidak sebanyak itu. Sehingga ketika anda berjalan jalan ke pusat perbelanjaan… Anda akan tahu bahwa sebenarnya tidak ada uang tersisa untuk sekedar membeli baju lucu ataupun sekedar nongkrong bareng bareng di pizza hut atau nonton pilem 3D yang bikin bokek.

Coba Rasakan perbedaan rasa, saat anda berjalan jalan di pusat perbelanjaan. Anda akan menemukan perbedaan yang sangat bermakna terhadapa keinginan membelanjakan uang, saat anda membuat anggaran dan tidak membuat anggaran. Kita harus menyadari bahwa otak kita tidak sehebat itu sehingga dapat membagi sendiri uang yang kita dapatkan dan mengingat semua kebutuhan utama kita lebih dulu dari pada keinginan keinginan kita. Face it… We aren’t that smart… So we need help.. Kita butuh anggaran tertulis untuk dapat tahu seberapa banyak uang sisa kita yang boleh kita belanjakan untuk hal hal yang sebenarnya tidak mendesak.

bagaimana cara membuat anggaran… akan saya tulis kemudian, kalo ada mood nya.

2. Menabung

Kata ini sudah sering kali kita dengar sejak kita di sekolah dasar. Dan semua dari kita tahu bahwa kebiasaan menabung adalah kebiasaan baik. Namun kenapa meskipun kita tahu itu adalah kebiasaan yang baik tidak banyak dari kita yang sukses melakukannya? Karena sekali lagi… We aren’t that smart.

Mengapa kita perlu menabung?

Bahkan anggaran yang terinci pun sering kali meleset. Ada hal hal yang tak terduga terjadi di luar apa yang kita pikirkan. Selain itu setiap dari kita pasti mempunyai impian impian yang membutuhkan uang untuk dapat mewujudkannya. Tidak semua orang dapat menjadi anak konglomerat yang saat menginginkan rumah, rumah itu ada, saat menginginkan mobil, mobil tersedia. Banyak dari kita yang memang harus berjuang untuk mendapatkan yang kita impikan yang tidak dapat kita beli saat ini juga. Saya tidak menggunakan istilah tidak seberuntung anak konglomerat, karena menurut hemat saya… menjadi anak konglomerat tidak berarti lebih bahagia atau lebih beruntung dengan anak bukan konglomerat. why? mungkin kita bicarakan itu laen waktu. Bagi kebanyakan orang seperti kita , hanya dengan menabung kita dapat mewujudkan mimpi kita. Tidak mungkin kita berharap kalau kita semua tiba tiba menang undian. Kaya mendadak tanpa perlu berusaha. Atau kita terjebak pada keadaan berharap memiliki sesuatu tapi tidak melakukan apapun untuk mendapatkannya. Alias ngarep doang. Seandainya aku punya rumah itu, seandainya aku punya mobil yang itu, seandainya aku bisa beli itu…. hmmmm… Hidup dalam mimpi yang tak kunjung terwujud. Dari pada terus bermimpi di siang bolong, mari lakukan sesuatu untuk mewujudkan mimpi anda. Mulailah menabung.

Bagaimana bisa aku menabung dengan keadaan keuanganku saat ini?

Memang ada beberapa kasus dimana penghasilan keluarga atau seseorang sangat minim sehingga untuk mempertahankan kehidupan yang manusiawi saja sulit. Tapi saya percaya ketika seseorang melakukan bagiannya dengan sepenuh hati, maka Tuhan akan mencukupkan kebutuhannya. Sebenarnya lebih banyak kasus dimana orang tidak bisa menabung bukan karena penghasilannya begitu minim, namun lebih karena ia tidak tahu bagaimana caranya menabung. Sekali lagi, we aren’t that smart… Jadi jangan harap akan ada uang sisa di penghujung bulan untuk dapat di tabung jika kita hanya mengalir saja. Kita harus melakukan sesuatu agar kita dapat menabung secara konstan.

Sisihkan dari awal. Tentukan jumlah yang ingin kita tabung. Tidak usah terlalu besar sehingga tidak rasional untuk dapat diwujudkan. Yang wajar sajalah. Yang penting kebiasaan ini berjalan konstan maka sedikit demi sedikit akan menjadi bukit. Dari pada besar.. tidak rasional.. tidak terwujud.. putus asa… berhenti… dan tidak ada bukit yang terwujud.

Anggap itu uang hilang. Bila anda mengingat gaji anda, selalu kurangilah dengan jumlah tabungan yang akan sisihkan. Ingatlah selalu gaji anda tanpa tabungan itu. Jadi bila ada pertanyaan berapa gaji anda??? ingat selalu gaji anda yang telah dikurangi tabungan… hal itu membantu kita untuk menabung. Simpan tabungan di rekening yang lain, atau bila anda tidak punya rekening, simpan di dalam tanah. lho..????  Jika anda tidak dapat membuat rekening terpisah untuk tabungan, salah satu cara lain adalah dengan mengingat saldo tabungan anda yang telah dikurangi tabungan. Dengan begitu anda membantu otak anda mengingat jumlah uang yang dapat dibelanjakan. Bantu otak anda. Ingat… dia tidaklah sepintar itu sehingga dapat mengurangkannya sendiri dan mengingat jumlah uang yang seharusnya dapat dibelanjakan. ini adalah masalah cara berpikir… mind set… terbukti berhasil pada suami saya.

7 Responses to "Mengatur uang (1)"

Hiks….. Akhirnya dirimu rela berbagi ilmu…. Ak sampe skrg msh trs brusaha nih pat.kadang msh kalap,tp tetep smangat buat usaha…. Keep going with this blog….

iya mba, terinspirasi kata wibi kalo apa yang aku tau belum mesti semua orang tau (maksudnya .. dia tidak tau.. wkwkwkwkk) walau bagiku itu hal yang biasa dan bukan rahasia…
so.. semoga bisa membantu siapapun yang tidak tau.. sehingga bisa menjadi tau. kalo masalah praktek, aku juga masi terus berusaha, manusiawi kalo kebobolan atau kalap… yang penting uda tau prinsipnya ajah.. praktek ma… pembelajaran seumur hidup…

Iya.. Aku bangga istriku akhirnya bisa menulis.. Intinya memang mindset ternyata.

ahhh… cinta.. siapa dulu guru dan teman tidurnya.. lhooo???
I lop u pull….

partner di mana aja ya Pat? so suiittt nice info pat, mustibnyak blajar darimu ting ting😉

jadi malu nit :p
biasalah partner nya hobby ngomporin… jadi kompor deh…🙂

“Bagaimana caranya membuat anggaran?!” *nagih.com*
Sangat dinantikan postingan yg ini… :]
Diriku mo belajar dr masternya hehhe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


  • patsho: hi natnat.... aku juga awalnya newbie makanya banyak salah beli hahahha... semoga dikau ga salah beli kaya aku round top brush nya kecil banget lho..
  • natnat: wah, lengkap sekali koleksi brushnya :) salam knal, aku rencananya mau ngumpulin brush juga nih, newbie banget soalnya.. btw round top brushnya mw d
  • Adit: Dokter mau nanya apakah persyaratan untuk 2015 sama atau berubah?dan apakah benar pemdaftar spesialis kulit kelamin kalo cowok lebih susah diterima di

Categories

%d bloggers like this: