Patsho's Blog

Mengatur Uang (2)

Posted on: October 19, 2010

3. Penggunaan Kartu kredit

Kartu kredit seringkali menjebak kita yang tidak aware, dalam konsumerisme. Mungkin sepertinya kartu kecil itu tidak berbahaya, apalagi jika penggunaannya tidak melebihi jumlah uang di rekening kita, alias kita bisa membayar tagihannya. Tapi benarkah demikian? Benarkah meskipun kita punya uang untuk membayar tagihan, kartu itu tidak memberikan efek negatif dalam kebiasaan berbelanja kita?

Terlepas apakah anda pernah terjerat hutang karena kartu kredit ataupun tidak, namun berhati-hatilah karena kartu kecil itu tetap berbahaya bila anda tidak sadar betul efek efek yang ditimbulkannya.

Efek apa yang dapat ditimbulkan oleh kartu kecil berdampak besar itu?

a. Membuat kita tidak melihat harga sebenarnya dari suatu barang.

Misalkan kita hendak membeli sesuatu, tapi ketika melihat harganya barang itu terasa mahal buat kita. Jika kita tidak memiliki kartu kredit, maka kita akan melupakan keinginan kita. Apalagi kalau itu hanya sebatas keinginan bukan kebutuhan. Bagaimana lagi, memang tidak ada uang untuk membelinya. Keinginan kita lalu terhenti sampai di situ. Dan kita hidup dalam batas kemampuan kita. Yang mana itu bagus sekali.

Namun bila kita memiliki kartu kredit, sesuatu yang sebenarnya tidak mampu kita beli, dapat kita dapatkan hanya dengan menggesek kartu itu. Anda berpikir…. cicilannya berapa jadinya? Ting Ting Ting… Hmmm kalo cuma segitu setiap bulan ma masih mampu.  300 rb perbulan… ga masalah. Beli ajalah, cicilan segitu ma bisa bayarnya,  cuma bayar 300rb bawa pulang Hp idaman.  Apalagi jika kartu itu menawarkan cicilan dengan bunga nol persen. Pikir anda… Ga kena bunga kok. So ga rugi kan. Malah untung ni.. bisa dicicil tanpa bunga lagi! Tawaran yang menguntungkan. Tapi benarkah kita untung? Benarkah cicilan dengan bunga nol persen itu adalah sebuah keuntungan buat kita? Menurut saya itu merupakan tipuan. Menurut anda, mengapa mereka menawarkan bunga nol persen? Apakah karena bank-bank itu sangat baik hati? Mau meminjamkan uang sejumlah tertentu tanpa imbalan sama sekali? saya rasa hari gene ga ada yang namanya “kebaikan hati” dari sebuah perusahaan komersial. Setiap langkah yang mereka ambil semata-mata untuk kepentingan mereka, untuk keuntungan mereka, bukan untuk keuntungan konsumen. Menurut saya hal itu mereka lakukan agar konsumen semakin banyak belanja, semakin banyak menggunakan kartu kredit, semakin banyak hutang ke mereka, mereka mengharapkan satu titik dimana kita tidak mampu lagi melunasi hutang kartu kredit kita, dan terpaksa mencicil dengan jumlah minimum (karena cuma bisa bayar segitu) sehingga pokok hutang tetap, kemudian terus berbunga, membesar, terus dan terus sampe menjerat leher pengguna kartu tersebut. Bunga yang merupakan profit buat mereka itulah yang mereka harapakan dari semua promo kartu kredit, baik tambahan diskon pada pembelian suatu produk maupun kemudahan cicilan  tanpa bunga. Jika bunganya ga nol persen, otak kita masi rada pinter dikit dengan mikir… waduh ada bunganya, ntar dulu deh. Walo ada juga yang ga mikirin itu tetep aja menggesek, karena sudah mupeng pengen beli barang itu. Kartu kredit membuat kita tidak melihat harga sebenarnya dari suatu barang. Kita jadi melihat pada cicilan tiap bulan yang nilainya jauuuuh lebih kecil dari harga sebenarnya, yang membuat otak kita berpikir kita mampu membelinya. Sekali lagi otak kita telah ditipu, padahal kita sedang membeli sebuah barang yang sebenarnya tidak mampu kita beli. Saat kita membelinya kita berpikir, cicilan segitu ga berat untuk dilunasi tiap bulannya, namun sadarkah kita bahwa setiap bulan akan selalu ada keadaan dimana kita membutuhkan sesuatu. Bila cara perpikir kita tetap seperti itu, bahwa cicilan ini tidak berat untuk tiap bulannya, dan keadaan membeli dengan kartu kredit berulang setiap bulan, cobalah akumulasikan semua cicilannya. Tidakkah hal itu akan membawa kita semakin mendekati titik yang diharapkan oleh para provider kartu kredit itu? Sekali lagi mind set sangat berperan di sini. Manusia hidup selalu memiliki keinginan yang tidak pernah habis. Sudah punya ini, mau yang itu. Itulah kita manusia. Jadi jangan harap ketika anda sudah memiliki barang idaman yang sebenarnya tidak mampu anda beli itu, anda tidak akan menginginkan barang yang lain lagi. Hal itu seperti candu. Sekali anda melewati batas kemampuan anda, dan hidup di luar batas kemampuan anda, maka selamat datang di jurang kehancuran keuangan anda. Karena kunci mengatur keuangan abadi sepanjang masa adalah dengan hidup dalam batas kemampuan. Jangan sampai besar pasak dari pada tiang. Pasti akan hancur. Jadi saran saya bila anda hendak membeli suatu barang, jangan pernah melihat cicilan per bulannya. Bila anda pergi ke suatu toko hendak membeli barang, tolong yang dilihat harga sebenarnya (yang biasanya ditulis dengan angka yang lebih kecil) jangan lihat cicilan tiap bulannya ( yang ditulis dengan angka lebih besar) karena itu bisa menipu otak anda, tipuan mata yang biasanya berhasil sampai ke otak. Bila anda melihat harga sebenarnya masih dalam kemampuan anda, anda tidak merasa itu mahal, anda punya uang untuk membelinya, namun dengan penggunaan kartu kredit tertentu ada tambahan diskon, saya rasa itu bijaksana jika anda menggeseknya demi tambahan diskon yang biasanya lumayan. Namun meskipun anda memiliki uang untuk membelinya, tetaplah berhati hati akan efek lain dari kartu kredit.

Bila menurut anda harga sebenarnya terlalu mahal dan anda tidak memiliki uang untuk membelinya. Meskipun anda bisa memilikinya dengan kartu kredit. Tahanlah keinginan anda. Anda tidak akan mati dengan tidak memiliki barang itu, tapi cepat atau lambat anda akan sengsara jika mengikuti keinginan anda memilikinya dengan cara instan, kartu kredit. Bila anda benar benar menginginkannya. Menabunglah. Jadikan barang itu motivasi anda menyisihkan uang tiap bulannya. Percayalah, rasanya jauh lebih nyaman bila anda akhirnya dapat membelinya dengan tabungan anda, daripada ketika anda memiliki sesuatu tapi akhirnya pusing karena harus menyicil tiap bulan yang semakin membuat anda tidak bisa menabung untuk impian impian anda yang lebih besar.

2. Berasa tetap kaya dan aman

Ada keadaan lain di mana, mungkin kita memiliki uang, namun kita memakai kartu kredit hanya karena keuntungan yang diberikan dari kartu itu, misal tambahan diskon, atau promo yang lain. Kita tidak membeli sesuatu yang di luar kemampuan kita. Apakah penggunaan kartu seperti ini tidak menimbulkan efek negatif pada kita?

lanjut lagi di mengatur uang (3) karena uda pegel…

1 Response to "Mengatur Uang (2)"

gan, mau nanya gan tentang cicilan kartu kredit…

kemaren ane rencana mau beli lg optimus one di global teleshop…karena ada promo cicilan 0% selama 6 bulan…

tapi begitu mau bayar, ternyata cc si babe out of limit….begitu ditanya, emang nge-block nya berapa? ternyata si spg ngeblock seharga full dari hape itu sebesar 2.350.000

lha..kita binun..katanya cicilan, tapikok ngeblock seharga full.bukannya seharusnya 2.350.000 : 6 = 391.666??…kata si spg, emang nge-blocknya full, entar tiap bulan baru diambil seharga cicilan tiap bulan…

wah, ane gak mudeng…sama aja donk itu kayak beli tunai pake cc???

jadi, sebenrnya sistem cicilan pake cc itu gimana sih gan?? terus, kalo misalnya mau beli barang cicilan yg mahal melebihi batas kuota cc gak akan pernah bisa donk??misalnya mau beli kamar apartemen 1 milyar, berarti kuota cc mesti ada 1 milyar juga gitu??

kayaknya ane gak ditipu sih…soalnya waktu ke eraphone juga yg ada paket cicilan 6 bulan, mereka juga nge-block seharga full hape tersebut…

jadi binun…dimana cicilannya coba??

-gilang-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


  • patsho: hi natnat.... aku juga awalnya newbie makanya banyak salah beli hahahha... semoga dikau ga salah beli kaya aku round top brush nya kecil banget lho..
  • natnat: wah, lengkap sekali koleksi brushnya :) salam knal, aku rencananya mau ngumpulin brush juga nih, newbie banget soalnya.. btw round top brushnya mw d
  • Adit: Dokter mau nanya apakah persyaratan untuk 2015 sama atau berubah?dan apakah benar pemdaftar spesialis kulit kelamin kalo cowok lebih susah diterima di

Categories

%d bloggers like this: