Patsho's Blog

Kebutuhan vs keinginan

Posted on: January 13, 2011

Di banyak buku-buku tentang keuangan sering disebutkan bahwa kita harus membedakan yang mana keinginan dan yang mana kebutuhan, sehingga kita hanya membelanjakan uang untuk kebutuhan saja, jangan menghamburkannya untuk keinginan-keinginan yang akan selalu ada dan tak akan pernah selesai terpenuhi.

Meskipun telah berusaha, namun seringnya susah sekali membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Lalu bagaimanakah caranya agar kita bisa membedakan keduanya? Salah satu cara ini mungkin dapat membantu kita membedakannya sehingga dapat mengurangi pembelanjaan karena keinginan keinginan yang sebenarnya tidak atau belum perlu dan hanya membelanjakan uang kita untuk kebutuhan-kebutuhan kita yang benar-benar kita perlukan.

Jangan membeli sesuatu sebelum kita membutuhkannya.

Jadi bila terbersit keinginan untuk membeli sesuatu, tunda dulu beberapa saat. Bila kita sudah mulai merasa terganggu karena tidak adanya barang tersebut, itu artinya kita membutuhkan barang tersebut.

Contohnya, bila kita mulai bingung mau pake baju yang mana, karena sepertinya di lemari ga ada baju yang ingin kita pakai, sepertinya baju yang kita pakai itu itu saja, mungkin itu berarti saatnya kita untuk membeli baju baru. Namun jangan membeli baju dengan impulsive hanya karena melihat ada baju bagus seakan takut tidak akan ada lagi baju bagus bila kita melewatkan yang satu itu, padahal kita memiliki banyak baju di lemari. Pembelian itu dilakukan bukan karena kita membutuhkan baju tapi karena kita menginginkan baju. Bila ada begitu banyak baju di lemari kita, dan kita belum menemukan kebingungan mau pakai baju yang mana, meskipun ketika kita jalan jalan melihat baju bagus, sebaiknya tunda dulu pembelian itu karena belum saatnya membeli baju baru.

Bila beberapa kali kita mau pergi dan bingung mencari tas, karena tas yang ada mungkin udah kumal, atau terlalu besar, atau terlalu kecil, mungkin itu saatnya membeli tas sesuai dengan kebutuhan kita. Namun sebelum timbul kebingungan atau kebutuhan itu sebaiknya kita menunda membeli sesuatu yang kita inginkan.

Begitu juga untuk alat alat rumah tangga. Bila ketika memasak kita mulai mencari baskom yang lebih kecil beberapa kali, itu tandanya kita membutuhkan baskom kecil. Saatnya membeli baskom baru

Itulah salah satu cara untuk membedakan kebutuhan dan keinginan.  Tunggulah pembelian sampai kita mulai terganggu dengan tidak adanya barang tersebut beberapa kali. Alhasil barang-barang yang kita beli akan tepat guna, dan tidak mubazir.

Semoga itu bisa membantu mengontrol pembelian barang barang yang tidak perlu yang nantinya jarang kita gunakan.

Belilah selalu yang perlu saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


  • patsho: hi natnat.... aku juga awalnya newbie makanya banyak salah beli hahahha... semoga dikau ga salah beli kaya aku round top brush nya kecil banget lho..
  • natnat: wah, lengkap sekali koleksi brushnya :) salam knal, aku rencananya mau ngumpulin brush juga nih, newbie banget soalnya.. btw round top brushnya mw d
  • Adit: Dokter mau nanya apakah persyaratan untuk 2015 sama atau berubah?dan apakah benar pemdaftar spesialis kulit kelamin kalo cowok lebih susah diterima di

Categories

%d bloggers like this: