Patsho's Blog

Diskon oh diskon

Posted on: January 19, 2011

Biasanya kata ini adalah musuh para wanita. Musuh atau kawan ya? Hmmm….

Ketika berbelanja mamaku selalu bilang, diskon ga? Kalo ga diskon sayang… Yang diskon aja belinya. Jadi selama bertahun-tahun aku selalu membeli barang barang yang didiskon karena aku berpikir bahwa membeli barang diskon = berhemat. Setiap ada barang yang diskon, meskipun aku tidak benar-benar membutuhkannya aku sering kali membelinya. Karena aku takut melewatkan kesempatan emas untuk mendapatkan keuntungan. Keuntungan untuk membeli barang yang didiskon. Selama bertahun tahun aku selalu berpikir bahwa membeli barang diskon adalah cara yang smart dalam berhemat.

Sampai aku membaca buku karangan freddy pielor yang menurutku bagus sekali atas rekomendasi mantan pacarku (bisa di beli di gramedia). Bung freddy malah tidak menyarankan membeli barang diskon. what??? Tidak menyarankan membeli barang diskon?? Sangat bertentangan dengan yang aku tau selama ini. Dia mengatakan bahwa sebaiknya kita membeli barang yang kita butuhkan dengan kualitas yang baik. Di Indonesia, seringkali barang akan didiskon bila barang itu tidak terlalu laku, atau modelnya sudah lewat, alias bukan barang terbaik yang bisa kita dapatkan. Bung Freedy menyarankan untuk membeli barang yang tidak di diskon, karena biasanya barang yang bagus jarang didiskon. Dia bilang, seringkali barang yg selalu kita pakai adalah barang yang kita beli tidak dengan harga diskon. Kemudian aku melihat isi lemariku. Ada sepatu oranye yang dulu aku beli dengan diskon 50 persen, dan sejak aku membelinya 2 tahun yang lalu aku baru memakainya kurang dari 10 kali. Ada juga kaos esprit yang aku beli dengan diskon 70 persen yang sampe saat ini masi juga belon aku pakai karena warnanya yang terlalu kusam. Ada juga kemeja yang di diskon 50 persen yang jarang sekali aku pakai. Kemudian aku melihat barang yang aku pakai, sepatu yang selalu aku pakai ternyata bukan barang diskon besar, celana panjang yang sering aku pakai juga bukan celana diskonan, karena warnanya hitam, dimana warna hitam emang paling laku. Jadi celana hitam dengan model terbaru pasti jarang didiskon.

Jadi kesimpulannya… Membeli barang diskon tidak sama dengan berhemat. Malah seringkali menjadi pemborosan terselubung. Terutama apabila pada dasarnya kita tidak membutuhkan barang itu dan membelinya hanya karena didiskon. Bila anda membutuhkan suatu barang, dan anda dihadapkan pada dua pilihan, yang satu tidak di diskon, atau di diskon sangat kecil namun anda benar benar suka, yang satunya lagi di diskon besar tapi sebenarnya anda tidak terlalu suka, mungkin krn warna nya yg tidak pas, atau modelnya yang agak lama… Mana yang anda pilih? Dulu saya akan memilih barang yang tidak terlalu saya suka tapi diskonnya besar dengan asumsi saya telah berhemat banyak. Namun sekarang saya akan memilih barang yang tidak di diskon tapi benar benar saya suka. Kenapa? Karena untuk beberapa waktu ke depan saya akan menemukan bahwa justru barang barang yang tidak di diskon itulah yang akan saya gunakan lebih lama, barang yang di diskon seringkali bukan barang dengan kualitas terbaik.

Sering kali kita membeli barang diskon karena kita pikir barang itu murah, padahal kita tidak benar benar membutuhkannya. Namun coba kita pikir…. dari pada membeli barang murah yang tidak benar benar kita butuhkan, bukankah lebih murah lagi bila kita tidak mengeluarkan uang dan membelinya?

Belilah barang yang benar-benar anda butuhkan, dan ketika anda bener-benar membutuhkan barang tersebut belilah dengan kualitas yang baik, apalagi jika penggunaannya untuk jangka panjang.

Selamat berhemat….

 

2 Responses to "Diskon oh diskon"

tapi bu, kalo disini rada beda… disini diskon itu bener2 diskon. Biasanya end summer or end winter, pasti ada rabat season. Jadi barang2 trend summer or winter taun itu dijual 70% rabat misalnya. Barangnya bukan barang rejected tapi krn trendnya udah ganti (misal dr winter ke spring) dan buat orang yg ga mode mania, bisa dipake saat winter/summer taun berikutnya. Misalnya,kalo kita udah incer tuh baju, tinggal tunggu aja sampe end of saison, kalo emang ‘jodoh’ kita bisa beli dengan harga jauh lebih murah. Ato cara lain, biasa sih aku datangin aja factory outlet terdekat, misalnya disini ada outlet esprit. Outlet2 ini barangnya original, tokonya juga punya esprit, tapi entah kenapa (bisa jadi krn biaya logistik disini mahal) dijual dengan harga jauuhhhh lebih murah. Asal sabar dan telaten pilihnya, bisa dapetin barang spt rok jeans, kemeja, celana panjang, tas, belt, sepatu bagus, original, dan harga ga mencekik (50-70% discount). Kalo begitu masih termasuk smart shopping ga?

itulah bedanya Indonesia ama luar negri spt jerman, disini kan sumerrrrr mulu jadi mode ga pernah lewat lewat wakakakakkk..
kalo buat beli barang diskon kaya di sana si mungkin termasuk smart shopping ya… ASAL… yang dibeli bener bener yang DIBUTUHKAN.. karena seringnya kalo kita uda liat barang diskon tu lalu berpikir kalo beli barang diskon = penghematan. tapi kalo beli barang diskon namun bukan barang yang kita butuhkan = pemborosan. seringnya kata diskon itu membuat alam bawah sadar kita bergerak dan mengambilnya dengan mengasumsikan bahwa kita telah berhemat. so butuh beberapa saat memaksa otak kita untuk berpikir… barang ini kita butuhkan ga? atau kita beli hanya karena didiskon?
selamat berbelanja secara cerdas…🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


  • patsho: hi natnat.... aku juga awalnya newbie makanya banyak salah beli hahahha... semoga dikau ga salah beli kaya aku round top brush nya kecil banget lho..
  • natnat: wah, lengkap sekali koleksi brushnya :) salam knal, aku rencananya mau ngumpulin brush juga nih, newbie banget soalnya.. btw round top brushnya mw d
  • Adit: Dokter mau nanya apakah persyaratan untuk 2015 sama atau berubah?dan apakah benar pemdaftar spesialis kulit kelamin kalo cowok lebih susah diterima di

Categories

%d bloggers like this: